So, udah kira-kira 4 minggu sejak gw mulai lagi lari pagi. Tahun lalu sih kadang-kadang lari pagi juga, tapi ga beraturan, kadang sebulan cuman sekali, kadang dua hari pertama lari pagi, dan sebulan setelah itu baru mulai lagi.
Kira-kira 5 minggu lalu itu gw lagi nongkrong di Bang Ijul, hari itu Deo (sang Tabib) juga di sana, rencananya Deo esok harinya mao berangkat ke Makassar selama kurang lebih 3 bulan buat kerjaannya, maka gw minta analisis terakhir dari Tabib kita itu: ada kabar buruk dari Deo… “hati-hati loe, ada gejala-gejala Kolesterol nih”. “Ooo, okay” kata gue.
Dua hari setelah itu gw jadi kepikiran, jadi pengen masukan lagi, so berdasarkan analisis sang Tabib (dan karna sang Tabib udah berangkat ke Makassar), gw memutuskan untuk check-up ke dokter (which is no other than my uncle) dan minta saran.
Berdasarkan analisis dan saran pak dokter maka gw mulai lari pagi sekitar 4 minggu yang lalu. Secara gw udah punya banyak referensi untuk hal yang satu ini, maka gw lgsg aja terapin saran pak dokter dan gw mix dengan referensi yang gue kumpulin di Scrapbook.
Referensi pertama adalah artikel Beginner’s Guide To Running dari zenhabits. Berdasarkan saran dokter lari dengan teratur (gak loncat2 hari seperti sebelumnya), dan karena stamina gak mendukung untuk lari terlalu lama, maka gw mulai lari dengan interval 1/1 (sesuai artikel tadi), yaitu: 1 menit lari dan 1 menit jalan selama 10 menit. So mulailah gue berlari pagi.
Selama satu minggu pertama itu yg paling sulit ya hari pertama, seperti kata sebuah quote artikel tersebut :
Most important advice: just lace up your shoes, and get out the door. After that, it’s cake.
It’s true, setelah lama ga lari, kyknya susah banget ngangkat pantat dan mulai berlari.
Hari-hari berikutnya mulai mikirin hal-hal bodoh… seperti mikirin apa kata orang-orang yang gw lewatin setiap hari, mulai dari tukang ojek, warung nasi uduk, warung tegal (warteg maksudnya), dan warung-warung lainnya. Well, alhamdulillah lari pagi udah bikin gw lebih sedikit memikirkan apa yang dipikirin orang lain dan lebih memikirkan kesehatan diri.
(Selanjutnya dibahas di post berikutnya aja ya, udah waktunya siap-siap berangkat kerja, huhuhu.)
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Leave a Comment