Awalnya dari senen kmaren, Atno download mp3nya Craig David, yang Don’t Love You No More (I’m Sorry), pas dengan denger gw suka bgt gaya R&Bnya di tu lagu, dengan akustik gitar. Selasanya, I found myself buying the CD, album Craig David yang ini (The Story Goes…).
Pertama ngeliat CDnya pasti liat designnya, gue suka warna avocado green di CDnya itu, I wish to paint my room like it… someday (soalnya 4 bulan lalu abis ganti warna orange, dulunya biru, mo ganti lagi sih, cuman masih enak ama orangenya).
Trus denger lagu2nya deh, I like some of it, few songs gue gak suka:lagu2 dengan kata2 erotic/vulgar/physical-oriented nya itu.
Makanya gue kadang suka bertanya sendiri, kenapa gue harus beli CDnya, padahal gak semua lagunya gue suka.
Kenapa ya Disc Tarra dan semacamnya itu gak nyediain semacam build-your-own-compilation-CD, kan enak tuh, jadi kita milih lagu apa aja yang mo dimasukin ke CD , bayarnya per-lagu+biaya-blank-CD, trus kalo kapasitas CDnya penuh, di burn, dan kita belinya CD itu, kan keren, dan gue gak perlu ngebajak.
Ya semacam iTunes gitu kali ya, ato Yahoo! Music, cuman bedanya ini tersedia di toko-CD, karna transaksi-online kan (apalagi di Indonesia) masih lom ‘popular’ –Indonesia aja lom bisa make PayPal yang kartu debit, *CMIIW!*–.
Bayangin aja misalkan blank-CDnya (yang kualitas bagus) Rp.10.000,- + 16 lagu, satu lagunya Rp.2500,- (asumsi satu lagunya 25 cents), Rp.40.000,- = Rp.50.000,-; then I’d be more than willing to pay for it, karena legal gitu, dan gw gak bakal pirating lagi. Kerasa gitu, duitnya habis di lagu2 yang kita suka aja, dan gak ada lagi kasus dimana gue beli 1 cd, karena gue suka 5 lagu, 5 lagu laennya gak. Seenggaknya sampai online-transaction di Indonesia udah nyaman dan ‘popular’.
1 response so far ↓
1 puty // Jan 10, 2006 at 9:52 am
setuju.
tapi buat mereka pasti ga menguntungkan, soalnya kan banyak album yang mengandalkan one hit single. the rest?
iya… aku suka banget yang don’t love you no more…
bagi dong…